Semakin banyak project yang berjalan, seharusnya semakin besar peluang pertumbuhan bisnis. Namun pada praktiknya, banyak perusahaan menghadapi masalah yang sama:
- Deadline sering molor
- Timeline tidak jelas
- Koordinasi antar tim kurang sinkron
- Progress sulit dimonitor
Project tetap berjalan, tetapi tidak benar-benar terkontrol.
Jika ini sering terjadi, masalahnya bukan semata pada tim. Biasanya, sistem manajemen proyek yang digunakan belum terstruktur dan belum terintegrasi.
1. Tidak Ada Visibilitas Progress Secara Real-Time
Tanpa sistem terpusat, monitoring project biasanya dilakukan melalui chat, spreadsheet, atau laporan manual. Akibatnya:
- Owner tidak tahu posisi project secara aktual
- Keterlambatan baru terlihat di akhir
- Risiko membesar tanpa disadari
Sistem project management terintegrasi memungkinkan seluruh task, timeline, dan progress terlihat dalam satu dashboard real-time.
2. Tugas Tidak Jelas dan Tumpang Tindih
Tanpa pembagian task yang jelas:
- Pekerjaan bisa terlewat
- Tanggung jawab tidak terukur
- Proses menjadi lambat
Sistem terintegrasi membantu menetapkan task per individu, deadline yang jelas, serta monitoring penyelesaian secara transparan.
3. Koordinasi Antar Divisi Tidak Sinkron
Project sering melibatkan banyak divisi seperti Sales, Operasional, dan Finance. Tanpa sistem yang terhubung:
- Informasi terputus di tengah proses
- Budget belum siap saat project dimulai
- Material belum tersedia sesuai timeline
Dengan sistem terintegrasi dalam ERP, seluruh divisi bekerja dalam satu alur data yang sama.
4. Budget dan Timeline Sulit Dikontrol
Project yang molor sering berdampak pada:
- Biaya tambahan
- Margin menurun
- Overbudget
Sistem project management terintegrasi memungkinkan monitoring estimasi vs realisasi biaya dan waktu secara langsung, sehingga potensi masalah bisa terdeteksi lebih awal.
5. Sulit Evaluasi dan Scale
Tanpa data project yang terdokumentasi dengan baik, sulit melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Sistem terintegrasi menyimpan histori performa project yang bisa digunakan untuk meningkatkan efisiensi di masa depan.
Saatnya Gunakan Sistem yang Terintegrasi
Jika bisnis Anda mengalami deadline yang sering molor, koordinasi yang tidak sinkron, atau margin project yang tidak terkontrol, ini saatnya mempertimbangkan sistem project management yang terintegrasi dalam ERP.
Dengan sistem yang tepat, project tidak hanya selesai — tetapi selesai tepat waktu, sesuai budget, dan terukur.
🚀 Optimalkan Project Management Anda Bersama Alphasoft
Alphasoft membantu perusahaan mengimplementasikan sistem ERP berbasis Odoo yang terintegrasi, termasuk modul Project Management yang terhubung dengan Sales, Inventory, dan Accounting.
Dengan sistem yang terpusat dan real-time, Anda dapat memonitor timeline, biaya, dan performa project secara lebih akurat serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Konsultasikan kebutuhan sistem bisnis Anda bersama tim Alphasoft dan temukan solusi yang tepat untuk mengelola project dengan lebih efisien.
Project Banyak, Tapi Deadline Sering Molor? Saatnya Gunakan Sistem Project Management Terintegrasi